Sunday, February 12, 2017

AGAMA ASH-SHABI'AH



Agama Ash-Shabi'ah adalah agama samawi, pengikutnya disebut Ash Shabi'in (sabian/sabean). Siapakah Ash-Shabi’in atau Ash-Shabi’ah yang disebut dalam Al Quran itu?
Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Syeikh Masyhur Hasan Salman hafizhahullah, beliau menjelaskan,
"Ash Shabi’ah adalah salah satu agama samawiyah. Allah menyebutnya bersama agama-agama yang lain. Allah berfirman dalam surat Al Hajj,
[Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi’iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat.] (Al Hajj: 17)"
Ash-Shabi’ah dikatakan oleh sebahagian ulama bahawa mereka menerapkan amalan-amalan agama Majusi. Sedangkan Nabi SAW bersabda tentang Majusi,
“Mereka mengambil jalan hidup sebagaimana jalan hidupnya Ahlul Kitab.” (Abdurrahman bin ‘Auf ra)
Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika membantah ahlul mantiq beliau berkata,
“Ash-Shabi’ah itu ada bermacam-macam aliran, di antara mereka ada yang gemar mengubah dan mengganti ajaran agama”.
KEYAKINAN AGAMA ASH SHABI'AH
Agama Ash Shabi’ah meyakini kenabian Yahya as. Namun di antara penganut Ash-Shabi’ah ada firqah yang mengubah dan mengganti ajaran agama.
Mereka juga musyrik dalam aqidahnya. Mereka mengagungkan bintang-bintang. Pada masa sekarang ini, mereka ada di pinggir Iraq dan di Iran. Mereka dikenali dengan Shabi’ah Batha’ih.
Di antara mereka ada juga yang menyembah malaikat, mereka berdoa kepada bintang-bintang dan benda langit. Mereka juga mengagungkan arah Kutub Utara.
Merek memiliki kitab suci yang disebut الكنزارية (Al Kanzariyah), yang mereka yakini sebagai suhuf Nabi Adam. Di dalam kitab tersebut banyak kisah-kisah palsu mengenai pembentukan alam semesta, juga terdapat doa-doa dan cerita-cerita.
Kitab ini terdapat manuskrip yang tertulis secara utuh yang disimpan di muzium Iraq. Pernah dicetak di Leipziq, Jerman Barat pada tahun 1867M. Dan sebelumnya pernah dicetak di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1815M.
Mereka juga memiliki kitab دراشا أديهيا (Drasyaa Ad yahya) yang bermaksud pelajaran-pelajaran Nabi Yahya. Mereka juga memiliki kitab قماها ديقهل زيووا (Qamaha Diqhul Ziwu) berisi 200 baris yang mereka yakini bahawa orang yang membawanya tidak lut peluru dan senjata tajam, mereka menganggap ia seperti azimat atau jampi-jampi perlindungan.
Mereka meyakini ilah (sesembahan) itu esa, namun mereka juga meyakini ada 300 makhluk yang bukan malaikat, bukan jin dan bukan manusia yang dibentuk oleh ilah mereka. Setiap makhluk tersebut memiliki kekhususan tersendiri. Ada yang hanya muncul di malam hari, ada yang berada di matahari.
Dan makhluk-makhluk ini boleh mencipta anak dan isteri dengan hanya menyebutnya. Inilah khurafat dan penyembahan berhala yang ada pada mereka.
Ash-Shabi’ah memiliki tiga waktu solat, iaitu sebelum matahari terbit, ketika zawal (matahari mulai condong di tengah hari) dan ketika matahari terbenam.
Mereka meyakini 'kelahiran semula'. Menurut mereka, orang yang rohnya baik akan dilahirkan semula menjadi orang yang lebih baik. Sedangkan orang yang rohnya buruk akan dilahirkan semula menjadi babi dan anjing.
Kesimpulannya, Ash-Shabi’ah adalah firqah yang masih ada di masa sekarang, dan mereka itu kafir dan di luar Islam.
Di antara Ash-Shabi’ah memang ada yang aqidahnya muwahhid (menyembah Rabb yang esa), dan sebahagian lain ada yang aqidahnya adalah watsaniyyah (penyembahan berhala).
Namun yang masih ada sekarang adalah yang watsaniyyah, dan tidak berlaku hukum-hukum ahlul Kitab pada mereka, iaitu seperti bolehnya menikahi wanita ahlul Kitab dan memakan sembelihan ahlul Kitab.
Wallahu a’lam...

Kredit:
islamway
Yulian Purnama
muslim.or.id

* Dalam posting akan datang, admin akan post sesi dialog dari penganut Ash- Shabi'ah. 😉

-Debu-

No comments:

Post a Comment